Senin, Juni 06, 2011

Next chapter

Untuk kesekian kalinya saya memulai sesuatu yang baru "lagi". Nggak tahu kenapa ada perasaan tertantang dan stress juga. Pokoknya campur aduk jadi satu deh. Nggak mudah juga sih karena harus berpisah lagi dengan keluarga (terutama si kecil) yang selalu membuat saya kangen banget. Walaupun pintar benar berbicara jagoan kecil saya ini sudah bisa "mengoceh" ketika Bapaknya menelfon. Dan pasti bakal marah sekali dan mencoba merebut telpon yang sedang dipegang bundanya. O iya, meski lokasi kerjanya nggak terlalu jauh (jika dibandingkan dengan history of my previous job) tapi ada perasaan yang hilang ketika harus berjauhan dengan keluarga. Yang biasanya bisa berangkat dan pulang di hari yang sama (kecuali kalau sedang jaga malam), sekarang harus "single" untuk sementara waktu karena memang berjauhan.

Perjuangan untuk bisa menaklukkan hidup yang memang keras dan memberikan yang terbaik buat si kecil. Itu menurut pendapat saya...

Jumat, Februari 18, 2011

Hujan Abu

Untuk yang kesekian kalinya Lumajang diguyur hujan abu dari Bromo, yang namanya bebersih rumah kayanya udah ngga ada habisnya. Sampai capek yang namanya nyapu lantai karena tuh debu masih rajin mampir ke lantai rumah. Apalagi ditambah dengan angin yang lumayan kencang hari ini. Jadi bener2 harus sabar, memang ini hikmah yang bisa didapat dari hujan abu kiriman ini. Semoga saja si kecil Hafidz bisa tahan alias nggak mengalami gangguan kesehatan karena abu yang sering banget menyambangi rumah.

Kadang terpikir kalau Lumajang aja yang jauh dari lokasi Gunung Bromo saja abunya seperti ini apalagi yang jaraknya lebih dekat dengan Bromo gimana ya kira2 ketebalan abu yang nyampai ke rumah he..he... Kalau sudah begini berharap hujan turun biar bisa membersihkan abu yang ada diatap genting dan sekalian menyiram tanah agar abu tidak lagi beterbangan ditiup angin.


Senin, Februari 14, 2011

Ehhmmmm....

Melakukan perubahan memang tidak selalu mudah, apalagi kalau ini baru pertama kali dilakukan. A lot of adjusment need to be made. Dan cukup membuat saya stress, miris sendiri kalau melihat kondisi sekarang ini. Kadang saya hanya bisa menghela nafas panjang untuk sekedar mengurangi "pressure" ini. Dan yang paling parah sempat berpikir untuk "give up" saja. Dan memilih "jalan cepat" untuk kembali seperti semula. Seperti dilema yang tak pernah ada ujungnya. Begini ya rasanya kalau berada dititik nadir bukan lagi jenuh but more worse than booring....

Rabu, November 17, 2010

Gone for a while

Bukan maksud hati untuk tidak pernah online lagi di dunia maya. Tetapi saya harus membuat banyak sekali "penyesuaian" setelah menjadi the real orang kampong dan menjadi Bapak. Bagi saya, kebutuhan saya sudah tidak begitu penting jika dibandingkan dengan kebutuhan anak saya. Semua saya curahkan kepadanya. Saya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman demi untuk menjadi lebih dekat dengan keluarga. Walaupun dengan resiko saya harus kehilangan banyak hal dan pastinya banyak (sekali) melakukan penyesuaian dengan lifesyle saya. Memulai sesuatu lagi dari nol bukan hal yang mudah apalagi bagi saya yang terbiasa dengan kehidupan kota. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin buat seseorang asal dia berusaha. Memang semuanya diperlukan suatu prioritas sebelum kita melangkah ke depan. Dan keputusan saya sudah bulat untuk menjadi lebih dekat dengan keluarga saya.

Menjajal kemampuan saya dengan kembali melakukan tes penerimaan karyawan di tempat yang baru dengan pesaing2 yang lebih fresh dari segi pengetahuan. Alhamdulillah, memang selalu aja ada jalan buat saya, dan itu sudah menjadi rezeki buat anak saya. Saya tentunya harus dan memang harus bersyukur atas anugerah ini.

Kamis, Agustus 12, 2010

Inspiring

Saya tahu saya terlalu "memaksakan" diri untuk bisa mendapatkan sesuatu yang "lebih". Bukan apa-apa sih, memang semuanya diperlukan penyesuain dan saya yakin ini tidak mudah. Tapi saya yakin ini satu opportunity buat saya untuk terus maju dalam menghadapi tantangan yang ada di depan sana. Terinspirasi ketika saya melihat video yang ada di website koran Republika, melihat seorang anak perempuan di Gaza yang harus putus sekolah dan menjadi nelayan untuk bisa membantu perekonomian keluarga. Mereka bertiga (bersaudara) berada dalam satu perahu kecil dan berjibaku dengan ombak di lautan untuk bisa menangkap ikan. Walaupun mereka sering harus kecewa dengan hasil tangkapan mereak yang tidak seberapa. Dan perempuan muda yang bernama Madelene harus menyelam ke dasar laut untuk menagkap ikan.... Baca "Kisah Heroik Madelene di Lautan Gaza".... So inspiring... Kadang saya (sendiri) selalu menuntut dan terus menuntut tanpa bisa melihat sekeliling... Saya masih beruntung dan saya (seharusnya) terus bersyukur dengan apa yang saya miliki...

Minggu, Agustus 01, 2010

Minggu Seharian

Alhamdullillah hari Minggu ini berjalan lancar, meski siang disini diguyur hujan deras. Dan membuat suasana jadi lebih asyik untuk kembali ke peraduan dan membungkus badan dengan selimut tebal. Dijamin nggak bakalan lama untuk bisa terlelap. Laporan akhir bulan sudah juga saya selesaikan hanya informasi "overhandle" saja yang harus saya ketik agar pengganti saya tidak bingung dan tinggal menjalankan segala sesuatu yang sudah saya tuliskan dalam laporan tersebut. Berharap agar yang menggantikan saya bukan "orang baru" agar tidak susah untuk beradaptasi (meski sebenarnya disini sangat enak jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain). Jadi bisa dibilang meski orang baru juga bakal lancar jaya menjalankan tugas-tugas yang ada disini. Pokonya bener-bener nyaman deh disini.

Kendalanya cuman satu, bagaimana agar tidak bosan menghabiskan waktu selama sebulan disini. Ya pandai-pandai saja lah melakukan aktivitas yang bisa "membunuh waktu". Kalau saya sendiri lebih senang membaca dalam mengisi waktu ketika saya berada disini. Walaupun sudah beberapa kali saya telah selesai membaca, bakal saya ulang lagi sampai hafal dimana halaman artikel tersebut dimuat he..he... Atau browsing segala macam informasi diinternet agar selalu bisa up date informasi yang ada. Disini terdapat fasilitas wi-fi dengan kecepatan yang lumayan dan bisa diakses dari kamar. Meski kadang juga lelet karena pengaruh cuaca tapi hal tersebut biasanya tidak berlangsung lama kok. Saya malah jarang untuk menonton tivi karena disini sistemnya hanya ikut program dari sang induk, maka ketika sang induk mengganti channel maka televisi yang ada dikamar juga bakal berubah. Dan cuman ada satu channel saja karena belum diset up seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya kunjungi. Biasanya kita juga punya akses untuk mengganti channel. Kalau disini kita jadi follower aja, alias ngikut dari tipi induknya. Ya sudahlah tho saya juga nggak begitu suka nonton tipi.

Pasien juga nggak banyak kok, paling sebulan cuman sekitar 70 an orang saja. Jadi dijamin mengasyikkan disini he..he... Tapi yang perlu diwaspadai adalah disini tuh nyamuknya banyak banget. Jadi jangan sampai membuka pintu kamar kalau tidak ingin mengundang si penghisap darah tersebut masuk ke kamar.

Sabtu, Juli 31, 2010

Resolusi Bulan ini

Setelah membaca di salah satu majalah terbitan ibukota, saya merasa tersentil. Harusnya memang itu menjadi satu resolusi buat saya untuk bulan ini, to have better quality time with my family. Boleh dibilang ketika saya berada dirumah atau libur memang saya selalu menghabiskan waktu dengan keluarga saya. Tetapi kalau dipikir-pikir masih saja terasa kurang, sepertinya saya menghabiskan waktu lebih banyak di tempat kerja jika dibandingkan dengan keluarga. Meski ini merupakan konsekuensi untuk bisa memberikan nafkah kepada keluarga.

Ketika teman saya bertanya mana yang lebih penting waktu dengan keluarga atau mencari nafkah untuk keluarga dengan terpisah jarak yang jauh. Kalau saya boleh memilih, saya akan memilih menari nafkah yang dekat dengan keluarga jadi waktu bersama keluarga dapat kebutuhan akan materi juga bisa didapat. Bisa dibilang sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Tetapi hal tersebut ternyata tidaklah mudah untuk didapatkan. Atau mungkin saya kurang bekerja keras untuk mendapatkan hal itu. Makanya sekarang saya akan mengerahkan tenaga saya untuk bisa mendapatkan materi dan juga waktu bersama keluarga secara maksimal. Saya yakin dengan kerja keras hal tersebut bisa diraih. Dan harus terus berdoa pastinya agar jalan ini lebih dimudahkan. Amin


Kamis, Juli 29, 2010

Bikin mood gak enak

Nggak tahu kenapa, perasaan saya berubah drastis sejak sore tadi. Begitulah saya kalau bertemu dengan orang yang "seenaknya sendiri". Saya paling tidak respect dengan orang-orang seperti itu. Mungkin benar kata orang kalau saya ini orangnya "kaku". Setiap orang punya hak diperlakukan dengan sopan, siapapun itu. Jangan mentang-mentang udah berumur memperlakukan orang yang muda dengan seenaknya sendiri. Harusnya menjadi contoh yang baik untuk orang yang lebih muda, ini malah bersikap sebaliknya. Annoying banget... Saya selalu berusaha menghormati orang lain siapapun mereka, tetapi kalau sudah "kebangetan" ya mohon maaf kalau anda tidak akan pernah mendapatkan respect dari saya.

Other part of Indonesia





Hampir tiap hari turun hujan disini, pantas aja kalau berita semalam mengabarkan salah satu daerah di Sulawesi Selatan tergenang banjir dan belum surut. Sepertinya jatah sinar matahari hanya diberikan sesaat saja sebelum hujan deras yang tak kunjung henti menyiram Pasangkayu. Pasangkayu merupakan Kabupaten baru dari hasil pemekaran propinsi Sulawesi Selatan dan sekarang menjadi Sulawesi Barat. Meskipun dulu merupakan bagian dari Sulawesi Selatan tetapi kota terdekat adalah Palu yang berada di Sulawesi Tengah. Balik legi ke masalah hujan yang membuat saya tidak bisa ke pantai lagi untuk sekedar mengikuti kegiatan field officer untuk melakukan kegiatannya. Paling seneng ketika mengikuti kegiatan untuk memberikan pembelajaran pada anak-anak usia sekolah dasar disini. Sepertinya senang terus, itulah ekspresi yang saya tangkap dari tingkah polah anak-anak disini. Meskipun jauh dari hingar bingar kota tetapi mereka tetap kreatif dalam menciptakan segala macam permainan. Memang bermain bukan hanya dominasi orang-orang kota saja dengan segala macam fasilitas yang tersedia. Tetapi untuk anak-anak di daerah juga memiliki hak yang sama, meskipun mereka dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang-barang disekitar sebagai wahana bermain mereka.

Tak perlulah pergi ke mall untuk mencari alat permainan. Maaf, disini mall belum ada (namanya juga Kabupaten yang baru terbentuk) hanya beberapa swalayan dengan lantai dua dengan bangunan yang kinyis-kinyis (baca masih baru dibangun). Bahkan beberapa instansi pemerintah masih dalam taraf pembangunan. Salah satu aktivitas yang sering dilakukan anak-anak disini adalah mandi di pantai. Pantai yang dangkal dan (nyaris) tidak berombak merupakan pengganti kolam renang atau water boom yang biasanya ada di kota-kota besar. Kota terdekat untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut adalah kota Palu dengan jarak tempuh perjalanan dengan mobil sekitar 3 jam. Sebenarnya Makassar juga bisa ditempuh dengan perjalanan darat tetapi memakan waktu yang lama, sekitar sehari semalam (biasanya bis berangkat pukul 10 malam dan sampai di Makassar sekitar pukul 6 pagi kesokan harinya. Dengan cacatan jika tidak ada masalah teknis dari bis tersebut). Kadang mereka lebih sering menggunakan pesawat dari Palu yang memang tersedia untuk menuju ke Makassar dengan waktu tempuh yang lumayan singkat (hanya 55 menit, waktu ini sudah termasuk terguncang-guncang diatas awan yang sering melingkupi kota Palu he..he...).

Yang membuat saya terkesan adalah banyaknya produk-produk dari laut yang masih segar dan harganya terjangkau banget. Kebayang fresh nya segala macam ikan, kepiting, cumi, de el el... Yang pasti rasanya bener-bener beda karena memang baru saja turun dari perahu nelayan. Buat para es degan lovers, bakal dimanjakan dengan banyaknya pohon kelapa disini. Kalau pas lagi ke lapangan dan ada penduduk sedang memanjat pohon kelapa kita bisa menikmati kelapa muda dengan GRATIS alias tanpa biaya sepeser pun. Meski kadang kita ganti dengan uang lelah karena nggak tega melihat sang Bapak yang sudah memanjat pohon yang tidak bisa dibilang pendek tersebut. Karena saya sendiri belum tentu bisa memanjat pohon yang menjulang tinggi tersebut.
Selain pohon kelapa disini terkenal sebagai penghasil kakao. Perjalanan dari Palu ke Pasangkayu dihiasi banyaknya pohon kakao di kanan kiri jalan. Bener-bener daerah yang kaya. Satu hal lagi, sarana jalan disini bener-bener mulus. Jadi kalau menempuh jalan darat jangan khawatir bakal terganggu oleh jalan yang rusak, memang sih dibeberapa titik masih dalam taraf perbaikan. Overall, asyik kok menggunakan jalan darat untuk mengeksplorasi daerah ini.

Rabu, Juli 28, 2010

Angel In Disguise by Corinne May

I woke up this morning feeling kind of blue
and I stumbled out of bed and
dragged my feet across the room
Right outside my front door was a rose
and a note that said 'Somebody Loves You'

Oh~ But out on the street it starts to pour
and before I get soaking wet,
A total stranger runs to give me
the jacket off his back
I turn around to thank him
But he waves me with a smile
And I can hardly believe my eyes
He puts on a halo and starts to fly

Take a look at the ordinary
Don't need to look for Paradise
You could be next to
an angel in disguise

I met a good friend for lunch
and we had a delicious meal
But I forgot to bring my wallet
I felt like an imbecile
But she was sweet, she gave me a treat and
Bought me a chicken sandwich
To take home for tea

Oh~ But out on the street with nothing to eat
A man and his shopping cart go
Travelling to places
Collecting social graces
I give him my sandwich
and we chatter for a while
I see a rainbow wash over his eyes
He gives me his halo and
I start to fly

Take a look at the ordinary
Don't need to look for Paradise
You could be next to
an angel in disguise

Don't try to hide away from me
I know you're by my side

Oooh~~

Take a look at the ordinary
Don't need to look at Paradise
You could be next to
an angel in disguise
Everyday can be legendary
Every minute, an endless surprise
You could be the next angel in disguise

I woke up this morning
Feeling kind of new

Note :
Love this song so much and I'd like to dedicate this song to all of people who helped in my life