Jumat, Maret 27, 2009

Kamis, Maret 26, 2009

Resolusi


Stop being shopaholic, mungkin ini yang menjadi satu resolusi yang harus saya jalankan di tahun 2009. Walaupun telat juga kalau ngomongin resolusi karena sekarang sudah bulan Maret (perhaps we just realize that time is runnig out...). Jangan berpikir negatif dulu kalau saya suka belanja pakaian, gadget ataupun barang-barang branded lainnya. Bukan seperti itu, karena gaya berpakaian saya parah banget (I'm not the expert to handle this issue). Dan saya tidak memiliki penghasilan yang wah untuk belanja barang-barang mahal. Tetapi ada satu kebiasaan jelek saya yaitu suka banget beli majalah, sepertinya majalah sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan saya. Banyak banget koleksi majalah dirumah. Tetapi sekarang sudah mencoba untuk mengurangi kebiasaan itu mengingat I'm not single anymore. Jadi sepertinya egois banget kalau saya masih belum mau berubah untuk mengurangi kebiasaan yang kurang baik (walaupun menyenangkan untuk dilakukan he..he...). Juga terkesan nggak adil juga kalau saya meminta istri untuk berhemat dan mulai belajar menabung tetapi saya melakukan tindakan yang bisa merusak arus keuangan saya setiap bulannya. Setidaknya saya tidak kalap lagi untuk memborong majalah-majalah itu ha..ha...

Man Confession


Saya tahu kelemahan pria yang sudah berkeluarga adalah ketika kita harus pergi bertemu dengan mertua dan juga keluarga dari pihak istri. Kadang (atau malah sering) kita merasa capek dengan segala basa-basi yang harus dilakukan disaat bertemu dengan keluarga besar istri. Makanya banyak sekali pria diluar sana merasa males banget kalau diajak ke acara-acara yang melibatkan keluarga besar dari pihak istri tentunya. Memang beda kultur kita dengan kultur di negara-negara barat. Kalau di Indonesia ketika kita menikah bukan hanya dengan calon istri melainkan dengan seluruh keluarganya.

Pernah sih, ada yang curhat kalau kadang sang menantu agak susah membaur dengan keluarga sang istri. Saya sendiri juga pernah merasakan segala ketidaknyamanan itu. Tapi syukur alhamdulillah saya punya mertua dan saudara-saudara yang sangat mendukung (dan baik tentunya) jadi ketakutan-ketakutan (dan juga ketidaknyamanan) hilang.

Rasanya kok nggak adil kalau kita kita sebagai suami meminta istri untuk bisa membaur dengan teman-teman dan keluarga kita sedangkan kita enggan untuk bergaul dengan keluarga atau teman-teman dari istri. Buat saya sendiri "menikah" adalah sebuah pembelajaran dari segala aspek kehidupan. Karena itu setiap hari saya belajar dan belajar untuk menjadi seorang suami yang baik.

Rabu, Maret 25, 2009

Need your help


Sepertinya Kementrian Pariwisata sedang serius untuk mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia. Yang memang bisa mendatangkan devisa yang jumlahnya cukup menggiurkan. Apalagi di tengah ancaman krisis global yang bakal melanda seluruh negara di dunia. Dan mungkin salah satu kebutuhan yang akan selalu dilakukan oleh setiap manusia adalah berlibur dan kesempatan ini harusnya tidak disia-siakan oleh pemerintah kita.

Dari Kementrian Pariwisata berusaha untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo untuk menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Dengan adanya promosi ini diharapkan banyak sekali wisatawan yang bakal berkunjung ke Indonesia. Mengingat habitat dari hewan purba ini hanya ada di Indonesia. Kalau nanti memang bisa kepilih bisa dibayangkan antusiasme dari warga dunia untuk bisa datang ke Indonesia melihat satwa purba tersebut. Butuh dukungan dari semua agar Taman Nasional Komodo bisa masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia, caranya gampang banget tinggal masuk ke
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/ dan vote atau dukung Taman Nasional Komodo, oke???

Harapan saya pribadi kalau nantinya terpilih pemerintah semakin care dengan keberadaan Taman Nasional ini. Dengan berbagai fasilitas yang nyaman buat wisatawan dan memberdayakan penduduk setempat untuk bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan Taman Nasional ini. Sepertinya bukan harapan yang muluk-muluk. Semoga saja keinginan kita semua agar Taman Nasional Komodo ini bisa jadi bagian dari Tujuah Keajaiban Dunia bisa terkabul. Amin.

Selasa, Maret 24, 2009

Magazine Info






















Sebagai seorang gila ama yang namanya majalah, saya sangat terbantu oleh keberadaan website yang ada di internet yang menyediakan akses gratis untuk beberapa majalah khususnya terbitan luar negeri seperti Men'sHealth atau COSMOPOLITAN. Kemaren saya dapat beberapa copy dari majalah Men'sHealth US edition dan India. Kalau nggak salah ada tiga US edition dan satu dari edisi India. Ya nggak lama-lama amat kok. Ada yang edisi November dan yang paling baru edisi Februari 2009. Dan dapat juga COSMO edisi Februari 2009 dari India.


Cest la vie


Setiap momen yang terjadi dalam hidup adalah sebuah fase yang memang (harus) dihadapi oleh setiap manusia. Kita tidak bisa mengelak dengan resiko up and down dalam kehidupan. Memang kadang hidup terasa kurang nyaman disaat kita berada dibawah. Tetapi (mungkin) saat yang tepat untuk instrospeksi diri. Bukankah kita (seringnya) merasa dekat dengan Nya kalau kesedihan ataupun luka sedang menemani kita. Kita bisa berkeluh kesah kepada Nya tentang ketidaknyamanan yang sedang kita rasakan. Mungkin lebih baik dari pada kita berkeluh kesah kepada orang lain yang belum tentu bisa menjadi pendengar yang baik. Bukannya malah mendapatkan pencerahan malah tambah ribet plus bete juga.

Kadang saya bercermin juga dengan permasalahan orang lain yang lebih berat dari yang saya alami. Dan jitu banget untuk mengembalikan perasaan stuck serta mengembalikan semangat yang hilang. Toh, mereka juga bisa survive dan memandang hidup lebih optimis. Dan pastinya harus bisa lebih tough dengan segala rintangan yang ada di depan. Ibarat kita sedang melakukan road trip, sudah disiapkan jalan untuk kita dengan berbagai kendala yang bakalan kita temui dalam perjalanan tersebut. Sebelum kita akhirnya mencapai garis finis hyang telah ditetapkan juga.

Friends

Pagi ini saya dikejutkan oleh berita duka yang datang via email. Teman semasa kerja di Jakarta telah dipanggil oleh Nya. Nggak nyangka banget melihat kondisi yang masih sehat semasa saya masih satu tempat kerja dengannya. Tapi memang seperti itulah hidup selalu saja menjadi misteri untuk yang menjalaninya. Saya cuman bisa berdoa, "semoga arwah dan segala amal baiknya diterima oleh Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan".

Karena teman kita bisa "survive" menjalani hidup dan karena teman juga kita bisa terpuruk dalam satu penyesalan. Teman dalam kategori terakhir inilah yang bikin males banget. Kalau bisa dihindari. Contohnya nih, kalau kita lagi gak mood HARUSNYA sebagai teman kan kita ngasi support biar mood kita lebih stabil bukanya malah ngedropin kita.