Kamis, Maret 12, 2009

Enaknya Berinternet

Buat saya ngenet merupakan satu keasyikan tersendiri (mumpung masih punya waktu) entar kalau sudah sibuk dengan segala macam kegiatan bisa-bisa tak satu artikel pun dibuat. Walhasil, blog jadi gak pernah di up date. Tetapi jangan tanya kalau misalnya banyak waktu dan kebetulan inspirasi lagi jalan, wah tiap hari ada saja yang ditulis dari mulai hal yang sepele sampai topik yang berat (sebenarnya sih gak berat-berat amat kok, maklum belum pe de untuk menulis topik yang berat).

Kesenangan menulis di blog plus didukung dengan koneksi internet yang cepat memberikan keasyikan tersendiri. Tapi pagi ini sepertinya koneksi internet yang biasa saya pake' di rumah lagi "sedikit" bermasalah. Nah, ini yang bikin kita yang nulis jadi "stuck" alias malas banget buat posting artikel. Ya, saya maklum juga sih karena provider yang saya gunakan masih baru pasti banyak sekali peningkatan-peningkatan jaringan yang akan dilakukan seiring banyaknya kustomer yang menggunakan jasa mereka.

Saya sekarang menggunakan provider SMART, yang direkomendasikan oleh teman di tempat kerja. Apalagi dengan iming-iming tarif murah dan masa promo yang menggiurkan. Meski waktu itu saya memang tidak langsung mengiyakan ajakan teman untuk menggunakannya. Tetapi saya perlu waktu untuk mencoba milik teman saya tersebut. Jujur, untuk membelinya itu bukan merupakan prioritas saya. Karena sebagai seorang "magazine freak" saya lebih suka mengkoleksi majalah dan mengambil sumber dari majalah untuk keperluan siaran dan menambah wawasan saya. Tetapi setelah dipikir-pikir rasanya saya perlu juga dengan koneksi internet. Dan tawaran teman yang sedang keluar kota pun saya iyakan untuk membelikan hape SMART yang bisa digunakan untuk modem berinternet mur-mer di mana saja. Dan sekarang hape tersebut sudah menemani saya lebih kurang sejak dua bulan yang lalu.

Sebelumnya saya lebih mengandalkan akses nirkabel yang ada di Alun Alun Lumajang untuk mencari bahan siaran dan juga menambah wawasan pengetahuan saya. Tetapi karena kondisi batere yang lumayan sudah tua jadi keasyikan menikmati wi fi sering banget terganggu dengan laptop yang tiba-tiba padam pada saat saya asyik browsing. Nah, ini juga alasan saya akhirnya menggunakan hape modem dari SMART.

Tetapi bukannya tidak bermasalah, beberapa waktu kemaren keasyikan saya yang sedang demam facebook terganggu karena facebook tidak bisa dibuka dengan menggunakan modem ini. Kalaupun bisa dibuka waktu yang diperlukan untuk membuka laman ini luammaaaa bangeeett. Malah jadi bete kalau mau akses facebook. Dan efeknya saya harus mundur dari dunia per facebook an. Tetapi sejak kemarin sepertinya sudah mulai lancar, jadi keasyikan untuk ber facebook ria tidak terganggu.

Dan kegilaan saya untuk selalu tersambung dengan internet didukung dengan adanya koneksi internet cepat yang ada di tempat kerja. Jadi saya tinggal beli konektor dan langsung disambungkan ke laptop eng ing eng.... saya bisa berinternet tanpa bete terganggu koneksi yang lo la. Mau buka apa saja oke (but don't even think to browse the porn site, even my working mate did it sssttt.... don't tell to any one about this).

Pagi ini keasyikan saya untuk berinternet terganggu dengan koneksi yang luambat banget. Makanya jadi males buat browsing karena garing banget buat nunggu satu laman yang terbuka aja saya harus jalan-jalan dulu (didramatisir nih) ampe pantat panas ditempat duduk. Ya moga-moga aja cepat pulih dech koneksinya biar gak jadi tua di depan komputer.

Rabu, Maret 11, 2009

Kasus meninggalnya mahasiswa Indonesia di Singapura

Pagi ini, inspirasi menulis saya lagi mengalir deras banget. Nggak tahu aja ngeblog bikin saya punya "mainan" baru. Oh iya, pagi ini saya tertarik untuk sedikit mengulik tentang kasus meninggalnya mahasiswa Indonesia di Singapura yang sepertinya "agak" ditutup-tutupi oleh berbagai pihak. Kebetulan pagi ini langsung browsing ke website Kompas (http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/11/07255944/Ribuan.Netter.Bikin.Petisi.Desak.Ungkap.Kasus.David) pengen tahu tahu aja informasi up date di pagi hari. Langsung tertarik melihat judul yang muncul dalam website tersebut.

Kalau melihat komentar-komentar dari teman-teman David (mahasiswa yang meninggal tersebut) banyak sekali ditemukan kejanggalan dimana-mana. Karena menurut mereka, ada beberapa fakta yang "sengaja" tidak dipublikasi ke publik dengan alasan yang "kurang bisa dimengerti". Oleh karena itu, mereka meminta agar kasus ini dilakukan investigasi secara lengkap dan tidak perlu ditutup-tutupi tentang fakta yang ada.

Memang saya tidak mengenal David (bahkan saya juga baru tahu kasus itu saat booming di media cetak dan televisi). Tetapi sebagai pembaca atau penikmat berita, terus terang saya merasa "curious" juga tentang kasus ini dan melihat keseharian David dari opini teman-temannya di Universitas tersebut. Nah kalau pun pengen tahu lebih detail tentang opini-opini teman-teman David seputar misteri kasus tersebut. Langsung aja klik di

  1. http://leapon.net/en/curious-case-david-widjaja,
  2. http://www.gabrielsai.com/blog/2009/...hs-in-ntu.html
  3. http://manusialempung. blogspot. com
  4. http://rudijuancarlos.blogspot.com/2...tewasnya. html,
  5. http://www.kaskus.us/showthread. php?t=1503407.

Siaran Pagi


Sebenarnya kalau boleh memilih, mending saya siaran pagi aja (siaran jam enam maksudnya). Karena bikin hidup saya (ceilee..) jadi teratur. Mulai dari bangun pagi trus mandi sarapan ampe berangkat ke studio. Nah, ini yang saya sebut jadi hidup lebih teratur. Sedangkan kalau siaran sore ama malam (kebetulan hari ini saya harus siaran jam tiga sore ama jam delapan malam, karena salah satu temen mau berangkat ke luar kota) saya malah maless banget mau bangun pagi. Kalau bangun pagi aja udah malas apalagi mandi pagi ya.... Duch, malessss banget....

Kalau lagi gak siara pagi, kegiatannya paling-paling nganterin adhek ke sekolah trus udah gitu nganterin istri ke tempat kerja. setelah itu free alias bebas mau ngapain aja. Sepertinya masih harus mikir nih buat nentuin topik untuk acara What's Up. Ini yang bikin pusing, nentuin topik apa yang "menggigit" untuk mengundang listeners mau gabungan memberikan opininya. Maklum, jam saya siaran itu sore pas lagi enak-enaknya orang tidur. Siapa yang mau kalau pas waktunya istirahat mau diajak mikir. Nah, seninya nih cari aja topik yang bener-bener membuat orang-orang tergelitik untuk bisa gabungan.

Kalau ditanya, apa gak bosen dengan segala rutinitas tadi??? Jawaban jujurnya pasti bosen. Tapi saya harus profesional dung (ceileee) untuk bisa memberikan yang terbaik buat listeners. Kalau pas lagi mentok ya refreshing aja ke mana gitu, sapa tahu bisa ngilangin perasaan stuck sapa tahu bisa dapat inspirasi juga. Kebetulan belakangan ini lagi sering nyalurin hobi untuk foto-foto pemandangan yang menarik. Ternyata enak juga ya, pergi ke suatu tempat sambil mengabadikan berbagai bentuk keindahan alam dari Sang Pencipta. Jadi semakin sering bersyukur euyyy... Jujur saya memang nggak begitu suka difoto (suka mati gaya) makanya lebih milih mengambil gambar pemandangan alam, kadang ada juga temen yang nyelutuk, "ngapain jauh-jauh ke tempat-tempat yang indah kalau kita gak ikut berpose???". Kalau itu mah statement seorang "gifo" sejati. Nggak bisa lihat background indah langsung sech berpose ha..ha...

Pagi Ini

Alhamdulillah pagi ini masih bisa bangun pagi dan dalam kondisi yang sehat. Bisa kerja dan bisa bantuin nyokap buat bebenah rumah sementara istri lagi masak di belakang. Sambil nongrong di depan komputer (alhamdulillah semua tugas sudah selesai) nonton acara televisi yang membuat saya jadi semakin menghargai hidup. Dalam tayangan televisi membahas tentang anak-anak yang menderita penyakit "terminal" (seperti kanker). Dimana ketabahan dari sang anak dan orang tua (pastinya) sedang diuji.

Jujur, siapa yang tega melihat sang buah hati terlentang tidak berdaya dengan segala macam selang yang masuk ke dalam tubuh mungilnya. Diperlukan satu kesabaran lebih untuk bisa menghadapi ini. Ini memang sebuah ujian dari Allah untuk bisa melangkah ke fase yang lebih tinggi. Saya juga yakin ini sangat tidak mudah untuk orang tua menerima "ujian" ini. Doa dan harapan tak pernah henti-hentinya dipanjatkan agar sang buah hati (dan orang tua) bisa menghadapi ini dengan ikhlas dan bisa berujung dengan kesembuhan.

Terus terang, saya tersentil dengan ketabahan anak-anak ini. Bagaimana tidak, dengan segala macam "ketidaknyamanan" ini mereka masih bisa tersenyum tanpa mau kehilangan momen masa kanak-kanak mereka. Kebayang dalam pikiran saya sangat tidak nyamannya efek kemoterapi dengan berbagai macam efeknya. Sobat kecilku, doa kami bersamamu... Dan yakinlah Allah selalu bersama kalian... Amin ya robbal alamin...

Selasa, Maret 10, 2009

Waspada stroke bisa terjadi pada usia produktif


Dulu penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia). Seiring dengan berjalannya waktu, kini ada kecenderungan bahwa stroke mengancam usia produktif bahkan di bawah usia 45 tahun. Penyakit stroke pun ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.

Berikut ini beberapa fakta dan ulasan yang perlu Anda ketahui agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman stroke pada usia produktif:

Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia

Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Mengenali Jenis-jenis Stroke

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.

Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.

Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).

Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Ketahui Faktor Risiko Stroke

Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.

Membaca Gejala Stroke

Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).

Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.

Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:

* Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
* Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
* Penglihatan ganda.
* Pusing.
* Bicara tidak jelas (rero).
* Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
* Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
* Pergerakan yang tidak biasa.
* Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
* Ketidakseimbangan dan terjatuh.
* Pingsan.

Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.

Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.

Mendiagnosis Stroke

Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.

Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

Penanganan Stroke

Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinant tissue plasminogen activator (RTPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.

Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.

Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.

Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.

Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

Masih Ada Harapan Untuk Sembuh

Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.

Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.

Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

Life style, Pencetus Stroke Usia Produktif

Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).

Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.

Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?

Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.

Expert Review

Prof. Dr. H. Jusuf Misbach, SpS (K), FAAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menjelaskan bahwa serangan stroke timbulnya mendadak tanpa peringatan. Namun, sebenarnya ada yang bisa dijadikan tanda yaitu penyakit-penyakit dan kondisi tertentu yang termasuk ke dalam faktor risiko stroke.

Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam risiko stroke adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa termasuk dalam kondisi tertentu yang merupakan risiko stroke.

"Kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) memang merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik, yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur," ungkap Prof. Jusuf Misbach. Jadi, makanan-makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke.

Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun, dimana karir sedang menanjak.

Demikian pula pada usia 45-60 tahun dimana seseorang sedang berada pada puncak karirnya. "Jika terkena stroke, penyakit dengan angka presentasi kecacatan terbesar, maka habislah karirnya," tambah Prof Jusuf Misbach.

Masyarakat tidak menyadari bahwa angka kematian stroke di Indonesia sangat tinggi, dimana sekitar seperempatnya meninggal dunia. Untuk mencegah kecacatan atau kelumpuhan pada serangan stroke, disuntikan recombinant tissue plasminogen activator kurang dari 3 jam.

Prof. Jusuf Misbach mengatakan bahwa menurut data dari seluruh dunia termasuk Indonesia, perawatan di Unit Stroke dapat menurunkan angka kematian, memperpendek masa perawatan di Rumah Sakit, dan memperbaiki kualitas hidup. Unit Stroke terdiri dari berbagai dokter ahli (multidisipliner) seperti spesialis saraf, spesialis penyakit dalam (diabetes mellitus, jantung), spesialis bedah, dan psikiater.

Penderita stroke akan menjalani tahap neuro restorasi setelah fase akut dan sub akut stroke terlewati. Dalam tahap ini penderita harus minum obat untuk mengendalikan faktor risiko dan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan tubuh seperti semula.

Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kwalitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Bahkan ada pasien Prof Jusuf Misbach yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke.

Disamping itu beban pengobatan dan rawat jalan sangat memberatkan ekonomi keluarga karena kepala keluarga tak mampu bekerja lagi. Apalagi pengobatan faktor risiko harus diteruskan seumur hidup.

Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke, lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko stroke untuk menghindari stroke. Memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan misalnya hipertensi, diabetes, merokok, penyakit jantung, kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kegemukan. Semua faktor risiko dapat dikendalikan kecuali usia, suku bangsa dan gender.

Prof. Jusuf Misbach juga menyebutkan bahwa olahraga dan kehidupan beragama yang sungguh-sungguh juga tak kalah pentingnya, karena selain menghilangkan stres juga menyehatkan lahir-batin.

Ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita, Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP (K), FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa penyakit jantung erat kaitannya dengan stroke karena memiliki penyebab yang sama yaitu hiperkolesterol. Pada penderita jantung, risiko stroke akan meningkat. Demikian sebaliknya, penderita stroke memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat pula.

Kendalikan faktor risiko penyakit seperti kadar kolesterol, kadar gula, kadar lemak agar tidak berkembang menjadi stroke. Biasanya diberikan obat pengencer darah yaitu asetosal, obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin, dll.

Hiperkolesterol menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah yang paling umum yaitu aterosklerosis. Gejala aterosklerosis adalah bentuk arteriosklerosis dengan timbunan zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh arteri besar dan sedang, yaitu pembuluh serebral, vetebral, koroner, renal, aorta dan pembuluh di tungkai.

Prof. Harmani Kalim memberitahukan bahwa ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke. Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. Caranya dengan cara ubah gaya hidup, olahraga, kurangi stres, tambah serta kurangi kolesterol dan berhenti merokok.

Pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu:

* A Asetosal, ace-inhibitor, antikoagulan: minum obat-obatan untuk kendalikan penyakit faktor risiko.
* B Beta blocker, body weight reduction: minum obat dan menurunkan berat badan.
* C Cholesterol control & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol & berhenti merokok.
* D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan.
* E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan.
* F Family support: dukungan keluarga.
* G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh.

Sesibuk apa pun kita pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat.

Sumber : www.medicastore.com

ZAKAT PROFESI

Petugas masjid kembali menghitung jumlah zakat, infak dan sadaqah jamaah tapi makin lama semakin sedikit. Dana sebagain besar di habiskan untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin didaerah kami dan sebagian lagi untuk renovasi belakang masjid terutama tempat wudhuk wanita. Kebanyakan memang hanya mengandalkan infak dan sadaqah sedangkan zakat lebih banyak disetorkan di bulan Ramadhan baik itu zakat fitrah maupun zakat mal, sedangkan zakat perniagaan, pertanian dan model zakat lainnya hampir tidak pernah ada.

Zakat profesi sempat diangkat sebagai alternatif tambahan dana dari masyarakat tetapi banyak kalangan yang menyangkal karena mereka berpatokan pada ketiadaan dalil pokok yang mengarah kesana disamping itu ada sebagian ulama yang membid'ahkannya karena diangap mengada-ada. Yusuf Al Qardawi salah satu ulama yang menganjurkan diadakannya zakat profesi menimbang ketimpangan- ketimpangan penghasilan pada masyarakat sebagai contoh profesi pengacara yang sekali memenangkan kasus bisa mendapatkan puluhan juta atau penyanyi yang sekali naik panggung bisa puluhan atau ratusan juta rupiah dan banyak lagi kasus lain atau seseorang yang mempunyai penghasilan bulanan secara tetap. Artinya zakat dikenakan setiap kita memperoleh penghasilan dan tidak menunggu sampai setahun karena nilainya bisa berkurang apalagi jika yang di kenakan zakat adalah harta bersih setelah di potong pengeluaran.

Apakah adil jika seseorang yang berpenghasilan seratus juta dengan pengeluaran sembilan puluh juta sehingga yang di kenakan zakat hanya sepuluh juta dengan orang yang berpenghasilan dua puluh juta dengan pengeluaran sepuluh juta. Ulama yang menentang zakat profesi mengatakan bahwa untuk mesalah besarnya pemasukan dan pengeluaran akan di pertanggung jawabkan kelak di akhirat dan alasan ini bagi sebagian yang lain sangat tidak logis karena Islam di turunkan dalam keseimbangan fiddunnya hasanah, wa filakhirati hasanah.

Terjebak dalam perselisihan pendapat mengenai boleh tidaknya pengenaan zakat profesi, petugas masjid menunda penerapannya dan konsekwensinya renovasi masjid terpaksa di undur sampai ada donatur atau infak dan sadaqah dari jamaah telah mencukupi. Memang ber amar ma'ruf nahi mungkar harus dilandasi ilmu, mungkin saja apa yang dianggap ma'ruf bagi orang biasa seperti kita bisa diartikan mungkar bagi para orang yang luar biasa, mungkin saja.

Sumber : www.sebuahtitik. blogspot. com

Shopping for fun



Siapa yang tidak senang berbelanja, saya yakin semuanya sangat senang untuk berbelanja. Apalagi memang ada dana khusus untuk berbelanja. Atau jika kita mendapatkan voucher sebagai hadiah yang bisa kita belanjakan. Pasti semuanya senang. Tetapi bukan berarti kebiasaan berbelanja ini tidak membawa permasalahan tambahan. Apalagi jika kita tidak bias mengerem kebiasaan berbelanja. Bisa dibayangkan duit abis tetapi kita baru menyadarinya setelah kita puas berbelanja.

Ada lagi kebiasaan yang “aneh” tapi nyata yaitu ketika seseorang mengalami suatu permasalahan atau stress maka dia akan melampiaskan dengan cara berbelanja secara kalap. Wah, ini yang berbahaya apalagi kalau sudah memiliki “kartu ajaib” alias kartu kredit bisa-bisa kalap gesek sana dan gesek sini. Dan baru ngeh kalau tagihan sudah dating ke rumah ternyata nilai nominal yang harus dibayarkan idak sesuai dengan kemampuan kocek kita. Pastinya udah pusing untuk memikirkan cara bagaimana untuk bisa melunasi tagihan-tagihan tersebut.

Sebenarnya kebiasaan belanja tidak hanya didominasi oleh wanita saja, pria juga terkena dampak efek shopaholic ini. Kalau perempuan lebih suka berbelanja produk-produk fashion yang terkini sedang pria lebih menitikberatkan pada belanja gadget (yang notabene memerlukan biaya yang lebih banyak). Saya sendiri senang belanja tetapi lebih ke belanja makanan apalagi kalau mencoba menu-menu baru yang kedengarannya aneh. Walaupun nantinya kadang malah harus rela diare karena makan makanan yang aneh dan baru pertama kali dicoba. Tetapi saya masih belum kapok untuk melakukan hobi ini. Kadang suka juga hunting majalah-majalah baru yang belum pernah saya baca sebelumnya. Dan itu menjadi salah satu koleksi yang sekarang masih ada. Mulai dari majalah lifestyle, majalah film, majalah arsitektur menjadi salah koleksi saya. Pada waktu masih bekerja di Jakarta, saya justru mengkoleksi buku-buku dan saya mengalokasikan budget khusus untuk membeli buku. Tetapi sekarang susah mau mencari buku-buku baru kalaupun ada pasti harus pergi ke Jember untuk mencarinya.

Setelah berumah tangga, memang banyak yang berubah termasuk kebiasaan yang “manghabiskan” uang. Terus terang sekarang lebih banyak pertimbangan dalam membelanjakan uang. Tetapi untuk sesekali memanjakan diri dengan makan diluar masih dilakukan, setidaknya untuk merubah atmosfer acara makan yang biasanya dilakukan di rumah.

Padanan Istilah


Kalau ada yang bilang istilah computer dan internet belum ada terjemahannya??? Sepertinya anda keliru. Memang kedengarannya agak janggal karena kita sering menggunakan istilah-istilah tersebut dengan istilah dalam Bahasa Inggris. Tetapi kalau lama-lama akan tidak aneh lagi kalau sudah sering kita ucapkan. Dan dibawah ini adalah istilah-istilah dalam dunia Internet dalam Bahasa Indonesia yang dihasilkan oleh tim ahli dan ditetapkan sebagai instruksi Presiden nomor 2 tahun 2001.


1. Online : daring (dalam jaringan)

2. Offline : luring (luar jaringan)

3. Keyboard : papan ketik, papan kunci

4. Mouse : tetikus

5. Hard disk : cakram padat

6. Download : mengunduh (undeh)

7. Upload : memunggah (punggah)

8. Scan : memindai (pindai)

9. Scanner : pemindai

10. Wizard : wisaya

11. Drive : kandar

12. File : berkas

13. Website : laman

14. Link : laman

15. Wireless : nirkabel

16. Browsing : meragut

17. Install : dipasang

18. E-mail : surat elektronik (sur-el)/pos elektronik (pos-el)

19. Forward : terusan

20. Image : gambar/citra

21. Save : amankan

22. Search : cari

23. Search engine : mesin pencari

24. Store : simpan

25. Taskbar : bilah tugas

26. Account : akun

27. Display : tampilan

28. Chat : obrolan, rumpi

29. Domain : ranah

30. Keyword : kata kunci

31. Hacker : peretas

32. Desktop : layar utama

33. Up date : pembaruan, pemutakhiran

34. Emoticon : ikon emosi


Sumber : Majalah FEMINA edisi no 9 bulan Februari 2009

Trip to Piket Nol, Lumajang, East Java





Menikah, Sulit?????

Oleh Hifizah Nur

Dalam suatu sesi diskusi di kelas bahasa Jepang, sensei memberi kami tema tentang "Bila pernikahan tidak disetujui ortu, apakah anda akan tetap menikah?” Topik ini lumayan mendapatkan perhatian dari teman-teman sekelas yang selalu bosan mengikuti kelas percakapan di siang yang melelahkan. Tema ini sangat cocok untuk anak muda. Apa lagi di antara teman-teman sekelas yang bertiga belas orang orang itu, hanya saya sendiri yang sudah menikah, alias lebih senior dari yang lain.

Awalnya diskusi berjalan biasa, setiap orang mengungkapkan pendapatnya. Ada yang memilih tetap melakukan pernikahan, ada juga yang mengungkapkan dengan pasti bahwa ortunya tidak akan menentang pernikahannya. Saya sendiri yang menikah dengan smooth meskipun tanpa proses pacaran mengungkapkan orang tua saya ok-ok saja ketika saya menikah, lancar seperti jalan tol.

Selanjutnya diskusi semakin menjauh dari tema inti. Teman-teman yang kebanyakan masih berusia di awal 20-an mengungkapkan bahwa mereka suatu saat ingin menikah, tapi sekarang masih ingin memuaskan keinginan-keinginan pribadi. Seperti bekerja, mengumpulkan banyak uang dan pergi ketempat-tempat terkenal di dunia. Karena itulah mungkin, usia pernikahan semakin lama semakin menua. Di Jepang saja rata-rata usia pernikahan kira-kira 29 tahun untuk perempuan dan 35 tahun untuk laki-laki.

"Kalau menikah, pasti akan sulit melakukan hal-hal yang menyenangkan" kata seorang teman.
Teman laki-laki yang berasal dari Norwegia langsung menukas, "kenapa? saya tidak keberatan kalau isteri saya kelak punya keinginan untuk bersenang-senang sendiri".

Teman perempuan saya yang lain mencibir,"saya tidak percaya kalau ada laki-laki yang mau memberi kebebasan kepada isterinya seperti itu". Wah diskusi mulai memanas nih...dua pola pikir yang berbeda, dari barat dan dari timur. Yang satu menganut kebebasan, satu lagi sangat
paham tentang ketatnya aturan-aturan rumah tangga, yang biasa ada di dunia timur.

"Bagi saya, pernikahan itu sesuatu yang mengikat, tidak bisa bebas lagi menikmati hidup, makanya saya tidak ingin menikah" Ujar teman dari Canada, yang berdarah Taiwan.

Selanjutnya teman laki-laki dari eropa tadi berkata, "karena itu sebelum menikah kita harus saling mengenal dulu yang lama, bahkan kalau bisa tinggal bersama" ujarnya.

Wah sudah mulai melenceng nih, seru saya dalam hati. "Mungkin pola pikir kita berbeda. Saya sendiri, tanpa melewati proses hidup bersama sebelum menikah pun, sampai saat ini pernikahan saya lancar-lancar saja. Tidak ada masalah-masalah besar," Tukas saya cepat.

Teman dari Canada berbalik ke arah sensei , dan bertanya, "Sensei, apakah sensei setelah menikah tidak mendapat masalah dengan suami sensei?"

"Tentu saja ada,” Jawab sensei sambil tersenyum. Mungkin maklum juga dengan keingintahuan muridnya yang masih sangat muda-muda itu. “Suami saya orang yang sangat memelihara kebersihan, dan sangat sangat kibishii (ketat) dalam hal ini. Di awal-awal setelah menikah, meskipun saya sudah membersihkan rumah, tetapi suami saya selalu mengeceknya lagi dan mengkritik hasil kerja saya yang bagi dia kurang bersih.” Sensei berhenti sejenak, memperhatikan reaksi murid-murid di depannya.

“Tetapi setelah berjalan setahun, masing-masing pihak sudah bisa saling beradaptasi" Ujar sensei.

Karena sensei tahu, hanya saya yang sudah menikah di kelas itu, sensei bertanya pada saya."Kalau kamu sendiri, sesudah menikah, bagaimana rasanya? apakah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk?" tanya sensei.

"Saya rasa saya menjadi lebih baik dari sebelumnya" Ujar saya. "Misalnya, sebelum menikah, saya orang yang keras kepala, kurang peduli dengan orang lain. Tapi setelah menikah, saya bisa jadi lebih memahami orang lain. Dan sekarang lebih mempertimbangangkan keluarga saya dalam mengambil keputusan-keputusan " tambah saya.

Perbincangan bergulir ke arah perceraian setelah menikah. Ternyata di negara teman laki-laki yang berasal dari Norwegia itu, tingkat perceraian sangat tinggi, mencapai 50% .”berarti tidak ada hubungan antara mengenal luar dalam lebih dulu sebelum menikah, dengan kelanggengan pernikahan ya....” Batin saya. Lalu di Jepang pun angka perceraian meningkat pesat belakangan ini. Begitu juga di Korea, sampai-sampai pemerintah Korea membuat kebijakan untuk membawa kasus perceraian ke pengadilan, untuk mempersulit proses perceraian.

Di Jepang bila pasangan suami isteri ingin bercerai sangat mudah. Mereka tinggal mengisi kolom perceraian yang diambil di shiyakusho (kantor pemerintah) lalu bercerai begitu saja. Tentu saja mereka harus membagi harta menjadi dua bagian sesuai kesepakatan mereka. Akhirnya saya bilang" Sensei, menurut saya, yang sangat penting dalam suatu pernikahan adalah, masing-masing pihak harus menyadari kalau mereka sedang mengambil tanggung jawab yang berat. kalau itu disadari oleh setiap pasangan, saya yakin pernikahan itu akan baik-baik saja."

Sensei mengangguk setuju dengan pendapat saya. Saya tidak tahu dengan teman-teman yang lain. Mungkin mereka masih harus menyerap, melihat dan belajar lebih banyak tentang dunia pernikahan.

Dalam islam sendiri, para pemuda disarankan untuk segera menikah agar bisa tetap manjaga kesucian diri. Pernikahan adalah perjanjian yang berat yang akan dipertanggungjawabk an di akhirat kelak. Bukan suatu hal yang main-main.

Bagi saya pernikahan adalah suatu proses dan juga sarana yang bisa menjadikan saya lebih aik dari waktu ke waktu. Pernikahan juga membuat saya bisa menjalani hidup ini dengan tenang, karena memiliki tempat berbagi, tempat mencurahkan kasih sayang, dan tempat memperkaya batin saya dengan pelajaran memaafkan.

Ya, memaafkan. Bagi diri saya sendiri yang masih sangat tidak sempurna menjadi ibu dan isteri yang baik di keluarga saya. Bagi anak-anak saya yang masih harus mengenal a ba ta tsa kehidupan. Dan bagi suami saya yang masih belajar menjadi pemimpin dalam menjalankan
bahtera rumah tangga ini, agar semua penumpang selamat sampai ke tujuan. Meraih keabadian syurga di akhirat kelak. Allahumma amiin.

sumber: eramuslim. com

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]